Kamis, 31 Januari 2013

Cerita Dibalik Putih Abu




 



Kereta ini mengantarkanku ke suatu tempat ..

Banyak orang mengatakan “putih abu” adalah masa yang sangat berkesan. Apakah itu benar?

Bagian sisi manakah yang bisa disebut berkesan? Padahal setiap harinya aku harus melahap 3 sampai 4 mata pelajaran, dan hal itu dilakukan berangsur-angsur dalam seminggu. Tahukah kau? Ada belasan mata pelajaran yang harus aku kuasai di tahun pertama ini. Huuh!! Jika saja ada kamera ataupun sejenisnya yang merekam episode ini, mungkin aku akan melambaikan tangan seraya berkata “ nggaakkk kuaaattt :’( ” . Ditambah lagi dengan antrian tugas-tugas yang menunggu untuk aku layani ..

Waktu pun terus bergulir, aku mulai terbiasa dengan ini. Tas gembung penuh akan buku-buku yang menempel di pundakku, ikat pinggang yang selalu melekat, sepatu hitam terpasang manis di kakiku, turut melengkapi kisah ini. Tak lupa kehadiran “Ulangan Harian” ikut serta menambah keramaian.
Aku bukanlah murid yang doyan dengan belajar saja, pastilah bermain dan berteman. Sebuah tali telah mengikat sebuah pertemanan diantara kita. Canda tawa, suka duka, pertengkaran, salahpaham, tangisan, dan kebersamaan menjadi penyedap. Aku mulai tertarik dengan ini :-)

Apalagi saat aku sadar, bukan hanya aku saja yang ada disini tetapi mereka juga. Bukan hanya aku saja yang merasakan kejenuhan ini, tetapi mereka juga. Dan itu berarti “Lukaku lukakaukah? Lukakau lukakukah?” jawabannya YA ..
Pahit diawal membuat lidahku kebal, dan membuatnya terasa manis. Di tahun kedua semuanya terasa lebih ringan, terlebih karena telah penjurusan. Antrian mata pelajaran yang kini menuggu ku lahap tidak begitu panjang. Mengenali wajah-wajah baru menjadi tugasku untuk menyelam lebih dalam. Masa “Putih abu” semakin ku rasakan. Masa dimana semuanya lengkap sudah. Persahabatan, permasalahan, kebersamaan, dan kisah cinta remaja mengiringi perjalanan ini.

Kata orang, ketika SMA itu banyak diantara kita yang mulai merasakan indahnya jatuh cinta kiw kiw. Dan biasanya hal itu lah paling di ingat nantinya. Jika diibaratkan ada gula ada semut, ada yang jatuh cinta ada juga yang putus cinta atau patah hati :-( yaahh, jadi galau deh ;) mungkin ada benarnya juga ya, kita jatuh cinta saja dengan orang yang suka Matematika, pasti setiaaa :D. Mengapa? “Menurutnya cinta itu tidak dapat dibagi, karena cinta bukan termasuk ke dalam real” haseeekkk …

Banyak pengalaman yang kami rasakan seiring terus berjalannya waktu. Tentunya saja buku menjadi teman setia, karena kami adalah seorang pelajar :-) Namun perlu di ingat “Buku yang sebenar-benarnya adalah Buku Kehidupan” tersusun atas bab-bab yang harus kita pelajari juga agar dapat tahu bagaimana cara memerankannya di “Panggung Dunia” yang tokoh utamanya adalah kita.
Masuk ke tahun terakhir di masa “putih abu”, bukan berarti akan berakhir. Tapi kita akan melewati berbagai proses panjang untuk mencapai suatu angan. “Belajar menghargai sebuah proses” adalah penyemangat untuk tetap berusaha dan bekerja keras, karena hasil akhir ditentukan oleh prosesnya. Hwaiting!! ..

Ingatlah bahwa “rezeki seseorang itu tidak akan salah tempat”, jika Tuhan sudah berkehendak maka segala sesuatu akan terjadi. Berdoa dan memohonlah, Tuhan maha melihat dan mendengar. Yakinlah Tuhan juga maha Penyayang, dia tidak akan membuat kita sedih tanpa alasan.

Rasanya terlalu banyak kesan selama memakai “putih abu” ini, jika ingin diuraikan disini mungkin akan menjadi sebuah novel yang berseri :D hehhee ..
Persahabatan kita “takkan terganti”, kebersamaan ini “takkan akan lekang oleh waktu”, dan kalian adalah yang “terbaik bagiku” :’) karena apa? Karena “akan sulit mencari yang seperti kalian” :’)

Ternyata benar! J
Masa “putih abu” adalah masa paling berkesan. Mungin kita tidak dapat melihat rekaman episode ini ataupun menyentuh masa itu lagi, namun kita dapat mengingatnya dalam memory kita yang tak terbatas kapasitasnya dan dengan hati yang mampu merasakannya.

“Sesuatu yang indah itu tak dapat dilihat atau disentuh, melainkan dapat dirasakan dengan hati”

Kereta  akan tiba di tempat pemberhentiannya, dan aku harus turun untuk pergi ..
Ke dunia baru yang akan ku jelajahi ..
Sedih tak boleh menetap di hati ..
Pertemuan dengan kereta itu kan terjalin kembali ..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar